Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Dari Panggung Seni Remaja ke Wajah Kebanggaan Sejarah: Sosok Ratu Kalinyamat di Pesta Baratan 2026

Senin, 02 Februari 2026 | 21.51 WIB Last Updated 2026-02-02T16:03:06Z
Foto, pemeran Ratu Kalinyamat Jepara.


Queensha.id – Jepara,


Pada Tradisi Pesta Baratan 2026 di Kecamatan Kalinyamatan, Jepara, sosok Ratu Kalinyamat kembali menjadi pusat perhatian. Tahun ini, sosok bersejarah yang sarat makna ini diperankan oleh remaja berbakat Efel Aprilia Maharani, menegaskan kelestarian tradisi sekaligus nilai sejarah bagi generasi muda Jepara.


Efel, yang lahir 28 April 2008 di Desa Tempur, Kecamatan Keling, kini mengenyam pendidikan di salah satu SMK di Jepara dan telah menggeluti dunia seni tari sejak kelas 2 SD — sebuah perjalanan panjang yang membawanya tampil di berbagai pentas lokal hingga tingkat provinsi. Ia terpilih menjadi pemeran Ratu Kalinyamat setelah melalui proses seleksi ketat, yang dinilai tidak hanya dari kemampuan seni tetapi juga kemampuan mencerminkan kekuatan karakter pemimpin perempuan Nusantara.


Ratu Kalinyamat: Pahlawan Maritim Abad ke-16





Siapa sesungguhnya Ratu Kalinyamat?

Dalam catatan sejarah, Ratu Kalinyamat atau Ratna Kencana adalah penguasa Jepara pada tahun 1549–1579, yang dikenal sebagai tokoh perempuan tangguh dan berwibawa. Ia memimpin Jepara di tengah dinamika politik Nusantara setelah runtuhnya Kerajaan Demak dan berhasil membawa wilayahnya mencapai masa kejayaan maritim yang dikenal hingga kini.



Ratu Kalinyamat adalah putri Sultan Trenggana dari Demak dan cucu Sultan Demak pertama, Raden Patah. Ia dikenal bukan hanya sebagai penguasa lokal tetapi juga sebagai pemimpin diplomatik dan militer, terutama dalam perlawanan terhadap penjajahan Portugis di Malaka. Ia bahkan mengirimkan armada laut besar untuk membantu persekutuan Melayu dalam konflik melawan Portugis di wilayah Malaka, menjadikan Jepara sebagai kekuatan maritim yang diperhitungkan pada masanya.


Jepara di bawah kepemimpinannya berkembang pesat menjadi pusat perdagangan dan pelayaran, menjalin hubungan dagang dengan berbagai wilayah Nusantara dan mancanegara seperti Johor, Aceh, Maluku, dan Banten. Kebijakan Ratu Kalinyamat mendorong kemakmuran ekonomi dan posisi diplomatik Jepara di kancah regional.


Tradisi Baratan: Menghormati Warisan Sejarah

Tradisi Baratan sendiri bukan sekadar festival budaya biasa. Ia merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat Jepara, khususnya di Desa Kriyan, Kalinyamatan, yang dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada Ratu Kalinyamat. Kegiatan itu mencakup selamatan (doa bersama), ziarah ke makam, salat berjamaah, dan pawai oncor (arak-arakan obor) sebagai simbol spiritual dan historis yang hidup dalam ingatan kolektif warga.


Baratan juga memperlihatkan nilai-nilai religi, budaya, kesenian, dan ekonomi yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat setempat, memperkuat hubungan antara masa kini dan masa lampau.


Signifikansi Peran Efel dalam Warisan Budaya

Dipercayakan memerankan Ratu Kalinyamat, Efel bukan hanya berperan dalam sebuah drama budaya. Ia menjadi wajah regenerasi sejarah, memperkenalkan generasi muda kepada nilai kepemimpinan, keberanian, dan kecintaan terhadap warisan bangsa. Representasi ini membantu masyarakat memahami bahwa pahlawan sejarah bukan sekadar nama dalam buku, tetapi identitas yang hidup dalam praktik budaya dan ritual kolektif.


Peran Efel menjadi jembatan antara sejarah besar abad ke-16 dan semangat generasi masa kini, menegaskan bahwa cerita tentang perempuan penguasa tangguh Jepara tetap relevan dan inspiratif hingga kini.


Dengan pengayaan ini, pembaca tidak hanya mengetahui siapa Efel Aprilia Maharani, tetapi juga siapa itu Ratu Kalinyamat secara historis, serta bagaimana tradisi Baratan menjadi wadah pelestarian nilai sejarah dan identitas Jepara.


***
Tim Redaksi.