Queensha.id - Jepara,
Pemerintah kembali menghadirkan program subsidi pangan untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan kebutuhan pokok menjelang Ramadan. Melalui kegiatan Penyaluran Subsidi Pangan, masyarakat Jepara kini bisa memperoleh berbagai bahan pangan dengan harga jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Program ini digelar sebagai bagian dari upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan agar daya beli masyarakat tetap terjaga selama bulan suci.
Program Penyaluran Subsidi Pangan
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara:
1. Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah (Dishanpan).
2. DKPP Kabupaten Jepara.
4. Program Ngopeni Nglakoni Jateng.
Program ini bertujuan menjaga kestabilan harga sekaligus memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap aman menjelang Ramadan.
Lokasi dan Waktu Pelaksanaan
1. Hari/Tanggal: Selasa, 24 Februari 2026.
2. Waktu: Pukul 15.30 WIB – selesai.
3. Tempat: Festival Ramadan di Alun-Alun 1 Jepara.
"Masyarakat diimbau datang lebih awal karena jumlah barang subsidi terbatas".
Daftar Komoditas dan Harga Subsidi
Berikut bahan pangan yang disediakan beserta harga khusus subsidi:
1. Beras Organik – Rp 15.000/kg.
2. Beras Analog – Rp 14.000/500 gram.
3. Cabai Rawit Merah – Rp 16.250/250 gram.
4. Tepung Mocaf – Rp 6.000/500 gram.
5. Mie Mocaf – Rp 3.000 – Rp 5.000/pcs.
Harga tersebut berada di bawah harga pasar dan diharapkan mampu meringankan pengeluaran masyarakat menjelang Ramadan.
Batas Maksimal Pembelian
Agar distribusi merata dan tidak terjadi penimbunan, panitia menetapkan batas pembelian:
1. Cabai Rawit Merah: maksimal 2 kg.
2. Beras Organik: maksimal 3 kg.
3. Beras Analog: maksimal 10 bungkus.
4. Tepung Mocaf: maksimal 10 bungkus.
5. Mie Mocaf: maksimal 10 bungkus.
Kebijakan ini dibuat supaya lebih banyak warga dapat menikmati subsidi pemerintah.
Syarat dan Ketentuan Pembelian
Masyarakat yang ingin membeli wajib memenuhi ketentuan berikut:
1. Pembeli bukan ASN/POLRI/TNI/BUMN/BUMD.
2. Memiliki KTP Jawa Tengah.
3. Membawa foto atau fotokopi KTP.
4. Untuk 1 KTP hanya untuk 1 kali pembelian.
5. Pembelian tidak berupa paket.
6. Warga bebas memilih produk sesuai kebutuhan.
Upaya Menjaga Stabilitas Harga Pangan
Program subsidi pangan ini bukan sekadar kegiatan jual murah, melainkan bagian dari strategi pemerintah menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Menjelang Ramadan, permintaan bahan pokok biasanya meningkat tajam dan berpotensi memicu lonjakan harga.
Melalui intervensi pasar seperti ini, pemerintah berusaha:
1. Menekan inflasi pangan.
2. Menjaga ketersediaan bahan pokok.
3. Membantu masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
4. Mendukung konsumsi pangan alternatif lokal seperti mocaf dan beras analog.
Selain membantu warga, program ini juga mendorong diversifikasi pangan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada beras biasa.
Harapan untuk Masyarakat Jepara
Kegiatan Penyaluran Subsidi Pangan di Festival Ramadan Jepara diharapkan menjadi solusi nyata menghadapi kebutuhan pokok menjelang bulan suci. Pemerintah juga mengajak masyarakat berbelanja secara bijak dan tidak membeli melebihi kebutuhan.
Dengan harga terjangkau dan distribusi yang tertib, program ini menjadi langkah konkret menjaga ketahanan pangan sekaligus menghadirkan Ramadan yang lebih tenang bagi masyarakat.
***
Tim Redaksi.