Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Pesan Ibu untuk Istri: Merawat Diri, Menjaga Cinta dan Menghidangkan Makanan Dalam Ranjang

Selasa, 03 Februari 2026 | 15.04 WIB Last Updated 2026-02-03T08:06:21Z
Foto, ilustrasi gambaran seseorang istri yang cantik memakai daster diatas ranjang.


Queensha.id – Edukasi Sosial,


Sebuah pesan sederhana dari seorang ibu kepada anak perempuannya sebelum tidur kembali ramai dibicarakan. Pesan itu bukan tentang kemewahan, bukan pula soal harta, melainkan tentang bagaimana seorang istri merawat diri dan menjaga kehangatan rumah tangga.


“Aku sebelum tidur wajib mandi dulu, lalu pakai parfum yang wangi atau minimal handbody. Saat tidur pun aku hanya pakai daster di atas lutut,” ujar seorang istri menirukan pesan ibunya.


Menurut sang ibu, ada dua “hidangan” penting yang tidak boleh dilupakan seorang istri untuk suaminya.


“Jangan pernah lupa menghidangkan dua makanan penting untuk suamimu, yaitu di meja makan dan di ranjang tidur. Jadilah sesuatu yang selalu dirindukan suami, baik ketika ia di rumah maupun saat berada di luar,” tuturnya.


Pesan tersebut memantik diskusi luas tentang peran istri, batas adab, serta bagaimana Islam memandang keintiman dan perhatian dalam rumah tangga.


Pandangan Ulama: Bukan Soal Nafsu, Tapi Ibadah

Sejumlah ulama terkemuka di Indonesia menegaskan bahwa pesan semacam ini tidak boleh dipahami secara sempit atau vulgar. Dalam Islam, perhatian istri kepada suami—termasuk merawat diri dan menjaga kehangatan relasi adalah bagian dari ibadah rumah tangga.


Ulama menekankan bahwa hubungan suami istri dalam Islam dibangun atas prinsip sakinah (ketenangan), mawaddah (cinta), dan rahmah (kasih sayang).
Merawat diri, tampil bersih, wangi, dan menyenangkan di hadapan pasangan adalah bentuk penghormatan dan cinta, bukan sekadar pemenuhan hasrat biologis.


Dalam ajaran Islam, suami dan istri disebut sebagai “libās” (pakaian) satu sama lain. Artinya, keduanya saling menutup kekurangan, memberi kenyamanan, dan memperindah satu sama lain.


Para ulama menjelaskan:
Istri dianjurkan berhias untuk suaminya, sebagaimana suami juga dianjurkan menjaga penampilan untuk istrinya.


Hubungan intim dalam pernikahan adalah ibadah jika dilakukan dengan niat menjaga keharmonisan dan menghindari maksiat.
Menjaga kebersihan tubuh dan aroma yang baik termasuk bagian dari sunnah dan akhlak Islami.


Namun, Islam juga menegaskan bahwa semua itu harus dilakukan tanpa paksaan, tanpa merendahkan martabat perempuan, dan tetap dalam koridor saling ridha.


Makna yang Lebih Dalam

Menurut para cendekiawan Muslim, pesan “hidangan di meja dan di ranjang” sejatinya adalah simbol keseimbangan yakni:

1. Meja makan melambangkan tanggung jawab, perhatian, dan pelayanan lahiriah.

2. Ranjang tidur melambangkan keintiman, komunikasi batin, dan kedekatan emosional. 


Jika salah satunya diabaikan, rumah tangga rentan kehilangan kehangatan.


Bukan Beban Sepihak

Ulama juga mengingatkan bahwa pesan semacam ini tidak boleh dibebankan hanya kepada istri. 


Suami memiliki kewajiban yang sama untuk:

1. Bersikap lembut.

2. Menjaga kebersihan diri.

3. Menghargai istri secara emosional dan spiritual.

4. Tidak memandang istri sekadar pemenuh kebutuhan biologis.


Rumah tangga Islami bukan relasi satu arah, melainkan kerja sama dua insan yang saling memuliakan.



Pesan ibu tersebut, jika dipahami secara utuh, bukan ajaran merendahkan perempuan, melainkan nasihat tentang seni menjaga cinta dalam pernikahan. Islam tidak memisahkan cinta, perhatian, dan ibadah.


Ketika seorang istri merawat diri dengan niat menjaga rumah tangga, dan seorang suami menghargainya dengan kasih sayang dan tanggung jawab, maka di sanalah pernikahan menjadi ladang pahala dan ketenteraman.


***