| Foto, Kapolres Jepara AKBP Hadi Kristanto dan jajaran Forkopimda Jepara. |
Queensha.id — Jepara,
Situasi keamanan di Kabupaten Jepara sempat memanas usai laga Derby Jawa Tengah antara Persijap Jepara melawan Persis Solo. Kericuhan yang dipicu gesekan antarsuporter memaksa aparat kepolisian turun langsung ke tribun stadion untuk mencegah bentrokan yang lebih besar.
Kapolres Jepara, AKBP Dr. Hadi Kristanto, akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait insiden tersebut dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar hingga dini hari. Dalam rakor yang turut dihadiri Sekda Jepara Ary Bahtiar, perwakilan Kodim 0719/Jepara, Kejari Jepara, serta panitia pelaksana Persijap, Kapolres memaparkan kronologi pengamanan sejak awal pertandingan hingga situasi kembali kondusif.
Menurutnya, kondisi di wilayah Jepara baru benar-benar dinyatakan aman pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Berawal dari Provokasi di Tribun
Kapolres menjelaskan, ketegangan bermula dari gesekan internal yang kemudian melebar menjadi konflik antarsuporter kedua tim. Situasi di tribun mulai memanas akibat saling ejek dan aksi provokatif yang terjadi di beberapa titik.
Kondisi semakin memburuk ketika sejumlah oknum suporter tamu terpantau melakukan perusakan fasilitas stadion.
“Beberapa kursi stadion dicabut dan fasilitas lainnya dirusak oleh oknum suporter tamu,” ungkap Kapolres dalam keterangannya.
Menjelang menit-menit akhir pertandingan, eskalasi massa semakin sulit dikendalikan. Aksi pelemparan pun terjadi ke arah suporter tuan rumah sehingga memicu ketegangan yang lebih luas.
Polisi Terpaksa Masuk Tribun
Karena koordinator lapangan suporter sudah kesulitan mengendalikan massa, aparat kepolisian akhirnya mengambil langkah cepat dengan masuk ke area tribun sesaat setelah pertandingan berakhir.
Langkah tersebut dilakukan untuk memisahkan massa dari kedua kubu guna mencegah bentrokan fisik yang lebih besar.
“Intervensi dilakukan setelah pertandingan selesai demi mencegah konflik yang lebih luas,” jelas Kapolres.
Massa Berkumpul di Jalur Parkir Tim Tamu
Setelah laga berakhir, Polres Jepara langsung melakukan pemeriksaan ketat terhadap tim tamu beserta rombongan suporternya. Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah barang yang dianggap berpotensi membahayakan dan langsung diamankan.
Di sisi lain, situasi di luar stadion juga sempat memanas. Suporter tuan rumah yang diminta membubarkan diri tidak langsung pulang, melainkan berkumpul di sepanjang jalan menuju area parkir kendaraan tim tamu. Kerumunan tersebut kemudian memicu kerusakan pada sejumlah kendaraan serta fasilitas di kawasan terminal.
Forkopimda Pastikan Situasi Kondusif
Meski sempat mencekam, Forkopimda Jepara memastikan situasi akhirnya berhasil dikendalikan. Aparat keamanan melakukan pengawalan ketat terhadap kepulangan suporter Persis Solo untuk menghindari bentrokan lanjutan.
“Alhamdulillah hingga pukul 03.00 WIB situasi dipastikan aman dan kondusif. Massa dari Jepara sudah membubarkan diri, sementara suporter Solo kami kawal melalui jalur utara Pati–Kudus,” ujar AKBP Hadi Kristanto.
Polisi Buka Laporan Kerugian Warga
Polres Jepara juga membuka pintu pelaporan bagi masyarakat yang mengalami kerugian akibat kericuhan tersebut.
Warga yang terdampak diminta segera melapor kepada Sekretaris Daerah Jepara atau langsung ke Polres Jepara agar kerusakan dapat didata secara resmi.
Selain itu, kepolisian menegaskan akan memproses secara hukum setiap tindakan yang terbukti melanggar aturan, termasuk aksi pelemparan yang menyebabkan korban.
Penanganan kasus tersebut kini tengah dikoordinasikan bersama Kejaksaan Negeri Jepara untuk melakukan rekapitulasi bukti serta langkah penegakan hukum.
Pengamanan di lapangan juga mendapat dukungan penuh dari personel Kodim 0719/Jepara guna memastikan stabilitas wilayah tetap terjaga pasca pertandingan panas tersebut.
***
Tim Redaksi.