| Foto, Bupati Jepara, Witiarso Utomo berikan bantuan beras untuk nelayan Jepara. |
Queensha.id – Jepara,
Musim paceklik akibat gelombang tinggi dan cuaca buruk di perairan Laut Jepara membuat ribuan nelayan terpaksa menambatkan perahunya di darat. Untuk meringankan beban mereka, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menyalurkan bantuan beras sebanyak 36 ton kepada sekitar 7.500 nelayan.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo di Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, Rabu (11/3). Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kondisi nelayan yang terdampak cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi nelayan yang saat ini sedang mengalami masa paceklik akibat cuaca dan gelombang tinggi,” ujar Witiarso di sela penyerahan bantuan, Rabu (11/3).
Ia berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban para nelayan, terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri ketika kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat.
Dalam penyaluran bantuan ini, Pemkab Jepara juga menggandeng PLN agar distribusi beras bisa tepat sasaran dan diterima langsung oleh para nelayan yang membutuhkan.
Menurut Witiarso, total bantuan yang disalurkan mencapai 36 ton beras dan menyasar sekitar 7.500 nelayan di berbagai wilayah pesisir Kabupaten Jepara.
“Mudah-mudahan bantuan ini bisa sedikit membantu dan memberi semangat bagi para nelayan di tengah situasi yang sulit,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Forum Nelayan (Fornel) Jepara Utara Nanang Cahyo Hadi menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Jepara dan seluruh pihak yang telah memberikan perhatian kepada para nelayan.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah dan semua pihak yang sudah membantu. Kami merasa dimanusiakan dengan perhatian ini. Ini hal yang luar biasa bagi kami,” ujarnya.
Nanang mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir nelayan memang kesulitan melaut karena gelombang tinggi dan cuaca buruk yang melanda perairan Laut Jepara.
“Nelayan baru dua hari ini bisa kembali melaut karena sebelumnya ombak cukup tinggi,” jelasnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga nelayan di tengah musim paceklik, sekaligus menjadi penyemangat bagi mereka untuk kembali melaut ketika kondisi cuaca sudah memungkinkan.
***
Tim Redaksi.